Di tengah maraknya klaim-klaim keturunan Nabi yang sering dipakai untuk merendahkan ulama dan kiai nusantara, lahirlah sebuah ormas baru bernama PWI-LS (Perjuangan Walisongo Indonesia – Laskar Sabilillah), organisasi pembela ulama nusantara dan penghadang kaum arogan pengklaim nasab Nabi.
Ormas ini membawa semangat untuk menjaga marwah ulama, sekaligus melanjutkan perjuangan dakwah Walisongo yang sudah berakar kuat di bumi Indonesia.
Kenapa PWI-LS Diperlukan?
Belakangan ini, klaim keturunan yang digaungkan oleh kaum Baalwi sudah sangat kelewatan dan meresahkan umat. Mereka tidak hanya mengaku sebagai cucu Nabi, tetapi juga mulai menyebarkan narasi bahwa Indonesia ini milik Tarim, bahkan membelokkan sejarah Republik Indonesia dan sejarah NU.
Yang lebih mengkhawatirkan, ribuan makam palsu dengan nisan bertuliskan nama “datuk-datuk” mereka mulai bermunculan dan bertebaran di berbagai daerah di seluruh wilayah nusantara.
Fenomena ini patut dicurigai sebagai modus operandi jangka panjang untuk mengklaim negeri ini dalam 20–30 tahun mendatang.
Lebih dari itu, mereka juga sangat paham bahwa NU adalah benteng utama umat Islam Indonesia. Karena itu, strategi mereka adalah masuk ke dalam struktur NU, menduduki posisi strategis, lalu merusak dari dalam.
Itulah yang membuat keresahan umat semakin besar, sebab NU selama ini adalah penopang terbesar Islam moderat dan nasionalisme kebangsaan.
Tidak berhenti di situ, kaum Baalwi juga cenderung menjadikan pribumi sebagai jongos dan antek-antek mereka. Hal ini tampak dari pola rekrutmen mereka terhadap pribumi untuk menjadi anggota organisasi keras FPI, (ormas terlarang, selain HTI dan PKI) yang selalu mereka jadikan “pasukan lapangan” untuk menyerang dan menekan para pembela ulama nusantara serta pejuang NKRI. Pola ini semakin menunjukkan adanya proyek besar yang harus diwaspadai.
Ironisnya, sikap sebagian elit PBNU justru terkesan membela kaum Baalwi sehingga membuat keresahan umat semakin besar. Banyak warga NU di akar rumput kecewa dengan sikap ini. Maka, lahir semangat baru di kalangan jamaah NU untuk memperkuat PWI-LS.
Karena mayoritas anggota PWI-LS notabene berasal dari NU, ormas inipun berkembang sangat cepat dan siap membuka kepengurusan di seluruh wilayah Indonesia.
Itulah alasan mengapa PWI-LS hadir dan harus eksis di Indonesia: sebagai suara penyeimbang dan garda depan dalam membela ulama nusantara, melawan arogansi klaim keturunan Nabi oleh klan Baalwi, dan memastikan umat Islam Indonesia tetap solid serta tidak mudah dipecah belah.
Apa yang Dilakukan PWI-LS?
- Membela kiai & ulama nusantara dan pesantren dari fitnah dan pelecehan.
- Menghidupkan kembali spirit Walisongo yang berdakwah dengan santun, budaya, dan kedamaian.
- Melawan arogansi klaim nasab oleh klan Baalwi yang dipakai sebagai alat kekuasaan dan penyesatan ajaran Islam, sejarah NU dan sejarah Indonesia.
- Memperkuat kesadaran dan persatuan umat agar tidak gampang diadu domba.
- Gerakan sosial & pemberdayaan supaya masyarakat semakin mandiri.
Visi dan Misi
Visi PWI-LS adalah “menegakkan kehormatan ulama nusantara dan menjaga warisan Walisongo demi umat Islam Indonesia yang bersatu dan bermartabat.”
Misinya sederhana tapi tegas: membela ulama, melestarikan dakwah Walisongo, melawan kesewenang-wenangan berbasis klaim keturunan, serta menggerakkan dakwah sosial yang menyejukkan umat.
Kehadiran PWI-LS bukan sekadar menambah daftar ormas di Indonesia. Ia lahir dari kegelisahan nyata umat, dari keresahan terhadap klaim-klaim berlebihan yang berpotensi membelokkan sejarah bangsa dan bahkan menyusup ke jantung NU untuk melemahkan benteng Islam moderat.
Dengan membawa nama besar Walisongo dan semangat Laskar Sabilillah, PWI-LS bertekad menjadi garda terdepan menjaga kehormatan ulama nusantara dan melindungi negeri ini dari upaya manipulasi sejarah, infiltrasi struktural, maupun klaim sepihak yang mengancam kedaulatan Indonesia. (*)
