Dawuh GuruEditor's PicksKhutbah Jum'atPendidikan

Khutbah Jum’at: 1 Muharam di Tengah Era Disruptif, Hijrah Menuju Umat Modern Yang Beriman

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْأَزْمَانَ مَوَاسِمَ لِلطَّاعَاتِ، وَفَضَّلَ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ بِمَا شَاءَ مِنَ الْبَرَكَاتِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَنَشْكُرُهُ عَلَى جَمِيعِ نِعَمِهِ، وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ.
وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ﴾
صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيمُ.

Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Hari-hari ini umat Islam memasuki Tahun Baru Hijriah, bulan Muharram, salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Bagi kebanyakan manusia, pergantian tahun sering kali hanya menjadi pergantian angka. Namun bagi orang beriman, pergantian tahun adalah momentum untuk menghitung umur yang telah berlalu dan sisa umur yang masih tersisa.

Setahun berlalu berarti umur kita berkurang satu tahun.

Setahun berlalu berarti kesempatan beramal semakin pendek.

Setahun berlalu berarti kita semakin dekat kepada perjumpaan dengan Allah SWT.
Karena itu para ulama mengatakan:

“Orang yang cerdas bukanlah yang banyak hartanya, tetapi yang banyak mengingat kematian dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian.”

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Muharram mengingatkan kita kepada peristiwa hijrah Rasulullah ﷺ.

Hijrah bukan hanya perpindahan dari Makkah ke Madinah.

Hijrah adalah perubahan.
Hijrah adalah keberanian meninggalkan keburukan menuju kebaikan.
Hijrah adalah transformasi peradaban.
Hijrah adalah perjuangan membangun masyarakat yang lebih baik.

Karena itu, setiap datang bulan Muharram, pertanyaan yang harus kita ajukan kepada diri sendiri adalah:

Apa yang sudah berubah dalam diri kita?
Apakah shalat kita lebih baik?
Apakah akhlak kita lebih baik?
Apakah keluarga kita lebih baik?
Apakah masyarakat kita lebih baik?
Ataukah justru dosa kita semakin bertambah?

Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Tahun ini kita memasuki Muharram di tengah zaman yang oleh para ahli disebut sebagai era disruptif.

Era disruptif adalah zaman ketika perubahan terjadi sangat cepat, bahkan sering kali menghancurkan pola-pola lama yang telah berlangsung puluhan tahun.

Dahulu orang mencari ilmu di perpustakaan.
Hari ini ilmu tersedia di genggaman tangan.
Dahulu berita membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai.

Hari ini berita menyebar dalam hitungan detik.

Dahulu manusia saling berkunjung.
Hari ini manusia cukup menekan tombol telepon.

Dahulu pekerjaan dilakukan manusia.
Hari ini sebagian pekerjaan digantikan mesin dan kecerdasan buatan.

Namun pertanyaannya:
Apakah manusia menjadi lebih bahagia?
Apakah manusia menjadi lebih tenang?
Apakah manusia menjadi lebih dekat kepada Allah?
Belum tentu.

Justru banyak manusia yang mengalami krisis spiritual, krisis moral, krisis keluarga, dan krisis makna hidup.

Kemajuan teknologi tidak selalu diikuti kemajuan akhlak.
Kemajuan informasi tidak selalu diikuti kemajuan kebijaksanaan.
Kemajuan ekonomi tidak selalu diikuti kemajuan kemanusiaan.

Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Allah SWT mengingatkan:

﴿أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ . حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ﴾

“Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.”

Hari ini manusia berlomba mengejar pengikut media sosial.
Berlomba mengejar popularitas.
Berlomba mengejar keuntungan.

Tetapi sering lupa mengejar ridha Allah.
Kita hidup di zaman ketika informasi begitu banyak, tetapi hikmah semakin sedikit.
Orang mudah berbicara, tetapi sulit mendengar.
Orang mudah mengkritik, tetapi sulit memperbaiki diri.
Orang mudah menyalahkan, tetapi sulit memberi teladan.

Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Lalu bagaimana sikap umat Islam menghadapi era disruptif ini?

Pertama: Memperkuat iman.

Iman adalah jangkar kehidupan.
Tanpa iman, manusia akan hanyut mengikuti setiap arus yang datang.
Hari ini ada tren ini, ikut.
Besok ada tren lain, ikut lagi.

Padahal seorang mukmin harus memiliki prinsip.
Teknologi boleh berubah.
Zaman boleh berubah.
Tetapi aqidah tidak boleh berubah.
Shalat tidak boleh berubah.
Kejujuran tidak boleh berubah.
Amanah tidak boleh berubah.
Ketaatan kepada Allah tidak boleh berubah.

Kedua: Memperkuat ilmu.

Rasulullah ﷺ menjadikan ilmu sebagai fondasi peradaban Islam.

Wahyu pertama yang turun adalah:

﴿اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ﴾

Maka umat Islam tidak boleh tertinggal dalam ilmu pengetahuan.
Santri harus belajar.
Guru harus belajar.
Pengusaha harus belajar.
Pejabat harus belajar.
Orang tua harus belajar.
Sebab dunia terus berubah.

Siapa yang berhenti belajar akan tertinggal.
Tetapi ilmu harus dipandu iman agar tidak melahirkan kerusakan.

Ketiga: Memperkuat akhlak.

Hari ini fitnah dapat menyebar hanya melalui satu sentuhan jari.
Kebencian dapat menyebar hanya dengan satu unggahan.
Permusuhan dapat terjadi hanya karena satu komentar.

Karena itu akhlak menjadi semakin penting.
Jangan gunakan media sosial untuk menyebarkan kebencian.
Jangan gunakan teknologi untuk menipu.
Jangan gunakan ilmu untuk merusak.
Gunakan semua nikmat Allah untuk menebar manfaat.

Keempat: Memperkuat keluarga.

Banyak keluarga hari ini tinggal dalam satu rumah tetapi hidup di dunia masing-masing.
Ayah sibuk dengan telepon genggamnya.
Ibu sibuk dengan media sosialnya.
Anak sibuk dengan permainannya.
Akhirnya komunikasi hilang.
Kehangatan hilang.
Kasih sayang berkurang.

Karena itu keluarga harus kembali menjadi madrasah pertama yang melahirkan generasi beriman dan berakhlak.

Kelima: Memperkuat kepedulian sosial.

Teknologi tidak boleh menghilangkan rasa kemanusiaan.
Masih banyak fakir miskin.
Masih banyak anak yatim.
Masih banyak saudara kita yang membutuhkan pertolongan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ»

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Jamaah Jum’at Rahimakumullah,

Mari jadikan Muharram sebagai momentum hijrah.
Hijrah dari malas menjadi rajin.
Hijrah dari maksiat menjadi taat.
Hijrah dari permusuhan menjadi persaudaraan.
Hijrah dari kebodohan menuju ilmu.
Hijrah dari pesimisme menuju optimisme.
Hijrah dari menjadi beban masyarakat menjadi manusia yang memberi manfaat bagi masyarakat.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ.
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ.
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اِتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ.

Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Tahun baru Hijriah mengajarkan bahwa waktu tidak pernah berhenti.
Hari demi hari umur kita berkurang.
Karena itu jangan menunda taubat.
Jangan menunda amal saleh.
Jangan menunda memperbaiki diri.
Sebab kita tidak mengetahui kapan Allah memanggil kita kembali.

Mari kita jadikan tahun ini sebagai tahun kebangkitan iman.
Tahun kebangkitan ilmu.
Tahun kebangkitan akhlak.
Tahun kebangkitan pendidikan.
Tahun kebangkitan ekonomi umat.
Dan tahun kebangkitan persaudaraan Islam.

Semoga Allah SWT menjaga negeri kita dari perpecahan, fitnah, korupsi, kedzaliman, kemiskinan, dan kerusakan moral.

Semoga Allah SWT menjadikan generasi muda Islam sebagai generasi Qur’ani yang mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan iman dan akhlaknya.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا وَأَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الْعَامَ عَامَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ وَأَمْنٍ وَإِيمَانٍ.
اَللَّهُمَّ احْفَظْ أَوْلَادَنَا وَشَبَابَنَا مِنْ فِتَنِ الزَّمَانِ.
اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الدِّينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
عِبَادَ اللَّهِ،
﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ﴾
فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
أَقِمِ الصَّلَاةَ.

Related posts