OKU TIMUR – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten OKU Timur masa khidmat 2026–2031 langsung tancap gas. Baru saja menerima Surat Keputusan (SK) dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), jajaran pengurus menggelar rapat perdana pada Rabu (22/7/2026) di Kantor PCNU OKU Timur sebagai langkah awal menggerakkan roda organisasi selama lima tahun ke depan.
Rapat yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.30 WIB itu dihadiri Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) beserta jajaran Wakil Sekretaris. Jalannya rapat dipimpin oleh Sekretaris PCNU OKU Timur, Drs. H.M. Syahri, dengan agenda utama mempersiapkan pelaksanaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang akan menyusun program kerja tahunan PCNU OKU Timur. Rakercab direncanakan digelar setelah pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus 2026.
Ketua PCNU OKU Timur, KH. Ahmad Muarif, menegaskan bahwa kepengurusan periode 2026–2031 mengusung semangat “Gercep” (Gerak Cepat) sebagai budaya kerja organisasi. Menurutnya, tantangan yang dihadapi NU saat ini semakin besar sehingga seluruh pengurus dituntut bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan menghasilkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Nahdliyin maupun masyarakat luas.
“PCNU tidak boleh hanya sibuk mengurus organisasi. NU harus hadir memberikan manfaat nyata. Potensi besar OKU Timur harus diberdayakan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang membawa kemaslahatan,” menjadi semangat yang mengemuka dalam rapat tersebut.
Sebagai daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional, Kabupaten OKU Timur memiliki kekuatan besar di sektor pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, pendidikan, usaha mikro, hingga ekonomi kerakyatan. Potensi-potensi tersebut dinilai harus menjadi perhatian serius PCNU agar mampu dikembangkan melalui program-program pemberdayaan yang terukur dan berkelanjutan.
Di sisi lain, para pengurus juga menegaskan bahwa penguatan dakwah tetap menjadi prioritas utama. NU memiliki tanggung jawab besar menjaga dan mengembangkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang moderat, toleran, serta menjadi perekat persatuan bangsa. Nilai-nilai Aswaja dipandang sebagai salah satu fondasi penting yang selama ini menjaga Indonesia tetap damai di tengah keberagaman.
Suasana rapat berlangsung dinamis. Berbagai gagasan strategis disampaikan untuk membangun sistem kerja organisasi yang lebih modern dan produktif.
Salah satu usulan menarik disampaikan oleh Gus Damas, Wakil Sekretaris PCNU OKU Timur. Ia mengusulkan agar kepengurusan mengadopsi sistem zonasi dalam pembagian kerja organisasi.
Menurutnya, luasnya wilayah Kabupaten OKU Timur yang terdiri atas 20 kecamatan akan sulit dijangkau secara maksimal apabila seluruh kegiatan terpusat di tingkat cabang. Melalui sistem zonasi, setiap Wakil Ketua diberi mandat mengoordinasikan dua kecamatan dan didampingi oleh Wakil Sekretaris serta Wakil Bendahara. Dengan demikian, koordinasi akan lebih cepat, pengambilan keputusan lebih dekat dengan wilayah, dan pelayanan organisasi kepada masyarakat dapat berlangsung lebih efektif, praktis, dan efisien.
Usulan tersebut mendapat perhatian peserta rapat karena dinilai sejalan dengan semangat percepatan kerja yang sedang dibangun.
Menanggapi hal itu, Sekretaris PCNU OKU Timur, Drs. H.M. Syahri, menjelaskan bahwa kepengurusan periode ini memang akan menerapkan pembagian tugas yang lebih jelas. Setiap Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris nantinya akan diberikan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing sehingga seluruh program organisasi dapat berjalan secara terarah, terukur, dan saling terintegrasi.
Selain membahas Rakercab, rapat juga mendiskusikan rencana keberangkatan rombongan warga Nahdlatul Ulama Kabupaten OKU Timur untuk menghadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang, yang menjadi agenda nasional terbesar organisasi.
Rapat perdana ini menjadi sinyal kuat bahwa PCNU OKU Timur tidak ingin menghabiskan waktu hanya untuk konsolidasi internal. Kepengurusan baru bertekad membangun organisasi yang bergerak cepat, memiliki tata kelola yang profesional, serta mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Dengan semangat “Gercep”, PCNU OKU Timur berharap dapat melahirkan kinerja yang responsif, memperkuat dakwah Ahlussunnah wal Jamaah, mengoptimalkan potensi daerah, serta menjadikan Nahdlatul Ulama semakin hadir sebagai kekuatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat di Bumi Sebiduk Sehaluan. (Gus Damas Alhasy/SN)
