Dalam peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2025, tahun ini, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh bangsa yang dinilai berjasa besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Upacara penganugerahan berlangsung di Istana Negara, disaksikan oleh keluarga para tokoh dan pejabat tinggi negara.
Penganugerahan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.
Daftar 10 Tokoh Pahlawan Nasional Tahun 2025
| No | Nama Tokoh | Asal Provinsi | Bidang Jasa / Kontribusi Utama |
| 1 | KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) | Jawa Timur | Negarawan, tokoh demokrasi, pluralisme, dan kemanusiaan. Presiden RI ke-4 yang membuka ruang kebebasan beragama dan membela kaum minoritas. |
| 2 | H. M. Soeharto | Jawa Tengah | Panglima militer dan Presiden RI ke-2. Berjasa dalam stabilitas politik, pembangunan ekonomi, dan modernisasi nasional pasca 1966. |
| 3 | Marsinah | Jawa Timur | Aktivis buruh dan pejuang keadilan sosial. Simbol perjuangan hak-hak pekerja perempuan Indonesia pada era Orde Baru. |
| 4 | Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M. | Jawa Barat | Negarawan dan pakar hukum internasional. Arsitek Konvensi Hukum Laut (UNCLOS), Menteri Luar Negeri era Orde Baru. |
| 5 | Hj. Rahmah El Yunusiyyah | Sumatera Barat | Pionir pendidikan perempuan Islam. Pendiri Diniyah Puteri Padang Panjang, memperjuangkan pendidikan modern bagi kaum perempuan. |
| 6 | Sarwo Edhie Wibowo | Jawa Tengah | Tokoh militer dan pendidik. Komandan RPKAD yang berperan dalam penumpasan G30S/PKI dan pembinaan generasi muda lewat pendidikan militer. |
| 7 | Syaikhona Muhammad Kholil al-Bangkalani | Jawa Timur | Ulama karismatik dan guru para pendiri NU. Berperan besar dalam penyebaran Islam dan kebangkitan pesantren di Nusantara. |
| 8 | Sultan Muhammad Salahuddin | Nusa Tenggara Barat (Bima) | Pemimpin kerajaan dan tokoh nasionalis daerah. Menentang kolonialisme Belanda dan memperjuangkan keadilan rakyat Bima. |
| 9 | Tuan Rondahaim Saragih | Sumatera Utara | Tokoh perlawanan Batak Simalungun. Memimpin perjuangan melawan kolonial Belanda di Tanah Simalungun pada abad ke-19. |
| 10 | Zainal Abidin Syah | Maluku Utara | Sultan Tidore dan pejuang kemerdekaan. Berperan menjaga kedaulatan Indonesia di wilayah timur dan memperjuangkan integrasi Maluku Utara. |
Makna Penganugerahan
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa dan pengorbanan para tokoh dari berbagai bidang — mulai dari ulama, negarawan, hingga aktivis rakyat kecil.
“Kepahlawanan bukan hanya tentang perang, tetapi tentang keberanian memperjuangkan kebenaran dan kemanusiaan,” ujar Presiden.
Catatan Publik dan Sejarah
Langkah pemerintah yang menempatkan Gus Dur, Soeharto, dan Marsinah dalam satu daftar mendapat sorotan luas. Banyak kalangan menilai hal ini sebagai simbol rekonsiliasi sejarah bangsa, yang mengakui keberagaman bentuk perjuangan — dari istana, pesantren, hingga pabrik.
Dengan penetapan ini, jumlah total Pahlawan Nasional Indonesia kini mencapai lebih dari 230 tokoh dari berbagai daerah. Pemerintah berharap generasi muda dapat meneladani semangat perjuangan mereka dalam menegakkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan bangsa. (SN)
