Info PesantrenMasyayikh

KH. M. Kholil, MH: Sosok Ulama Yang Dekat Dengan Masyarakat

KH. M. Kholil MH adalah seorang ulama kharismatik asal Blitar, Jawa Timur. Beliau lahir pada tanggal 7 September 1951, di keluarga yang kental dengan nilai-nilai Islam dan kegiatan agama.

Sejak remaja, beliau telah menunjukkan minat yang tinggi untuk menempuh hidup di jalan dakwah dan pengabdian kepada umat.

Pada era 1970-an, beliau berhijrah ke Sumatera Selatan, tepatnya ke Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, untuk mengembangkan dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.

Hijrah tersebut menjadi langkah penting yang mengantarkan beliau sebagai tokoh Islam berpengaruh di Sumatera.

Dengan kegigihan dan semangat juangnya untuk mengabdi kepada umat, KH. M. Kholil MH mendirikan yayasan Pesantren Bahrul Musyahadah, yang pada awalnya fokus untuk memayungi kegiatan jamaah thoriqoh para jamaahnya.

Pesantren tersebut kemudian mengalami penambahan kegiatan, yakni belajar membaca Alqur’an dan ngaji kitab-kitab kuning. Cikal bakal ini, dikemudian hari berkembang dan bertransformasi menjadi Ma’had Daarul Mumtaz, sebuah pesantren tahfidz modern terpadu untuk melanjutkan visi besar beliau.

Selain pesantren, beliau juga mendirikan Yayasan Al-Huda yang menaungi sekolah madrasah untuk masyarakat sekitar, sehingga membuka akses pendidikan yang lebih luas, terutama bagi anak-anak desa yang sebelumnya sulit mendapatkan layanan pendidikan formal.

Peran Dakwah dan Thariqah

Kiprah beliau tidak hanya di ranah pendidikan, tetapi juga melalui dakwah panggung yang meluas hingga ke berbagai daerah. KH. M. Kholil MH dikenal sebagai ulama, ustadz, dan muballigh yang dekat dengan masyarakat serta aktif dalam membangun jejaring dan ukhuwah Islamiyah.

Salah satu keunikan beliau, di setiap wilayah yang beliau kunjungi saat berdakwah, beliau selalu berusaha untuk membentuk majelis taklim dan mendirikan masjid Bersama-sama masyarakat.

Beliau juga tercatat sebagai Mursyid Thariqah Khalidiyah Naqsyabandiyah dan aktif dalam wadah JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah).

Dalam posisi tersebut, beliau membimbing umat untuk penyucian jiwa dan penguatan spiritual, sehingga pengaruh beliau tidak hanya di bidang keilmuan syariat, tetapi juga dalam aspek ruhani dan tarekat.

Estafet Kepemimpinan

Seiring perkembangan zaman, Ma’had Daarul Mumtaz kini dikelola oleh generasi penerusnya. Putri beliau, Ibu Nyai Nurul Jannatun Na’imah, S.Ag., M.Pd., Al-Hafidzah, melanjutkan kepemimpinan pesantren dengan penuh dedikasi.

Ibu Nyai Nurul dikenal sebagai pendidik, hafidzah, dan pengasuh santri yang berkomitmen melanjutkan perjuangan sang ayah.

Dalam mengelola pesantren, Ibu Nyai Nurul didampingi oleh sang suami, Gus Damas Alhasy, S.S., yang dikenal aktif berkiprah dalam bidang pendidikan, organisasi keislaman, serta pengembangan manajemen pesantren modern.

Kolaborasi keduanya menjadikan Ma’had Daarul Mumtaz terus berkembang sebagai pesantren yang visioner, yang mengintegrasikan tahfidzul Qur’an dengan pendidikan formal, diniyah, bahasa, dan socio-creativepreneurship.

Warisan Perjuangan

KH. M. Kholil MH meninggalkan warisan besar yang terus hidup hingga kini, di antaranya:

  • Jamaah Thoriqoh Kholidiyah Wannaqsabandiyah
  • Pesantren Ma’had Daarul Mumtaz sebagai pusat pendidikan Islam modern berbasis Qur’an.
  • Yayasan Al-Huda yang menaungi sekolah madrasah untuk masyarakat.
  • Para santri, alumni, dan jamaah yang terus menyebarkan ilmu dan semangat dakwah beliau.
  • Teladan hidup seorang ulama yang sederhana, tawadhu’, namun penuh dedikasi.

Sosok KH. M. Kholil, MH dikenal sebagai salah satu tokoh perintis Nahdlatul Ulama OKU Timur, Jatman Sumatera Selatan dan peletak dasar kebangkitan pendidikan Islam di OKU Timur.

Perjuangan dan visi beliau terus dijaga oleh generasi penerus, menjadi sumber inspirasi dalam membangun masyarakat Islam yang berilmu, berakhlak, dan berdaya guna. (SN)

Related posts