Editor's PicksMasyayikhPolitik

The Night Start Awali 100 Hari Khidmat Pengabdian PCNU OKU Timur

OKU Timur – Sebagai wujud rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) OKU Timur masa khidmat 2026–2031, jajaran pengurus menggelar acara tasyakuran yang dirangkai dengan peluncuran gerakan “The Night Start 100 Hari Kerja PCNU OKU Timur”, Senin malam, di Pondok Pesantren Walisongo, Tumijaya, Martapura, OKU Timur.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) OKU Timur, para pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-OKU Timur, para ulama dan kiai, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pimpinan dan perwakilan Badan Otonom (Banom) dan lembaga-lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol kuatnya semangat kebersamaan dan sinergi dalam mengawali kepengurusan baru.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya langkah nyata kepengurusan baru dalam menjalankan amanah organisasi sekaligus memperkuat komitmen untuk menghadirkan Nahdlatul Ulama yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU OKU Timur, KH Ahmad Muarif, S.Ag., menegaskan bahwa seluruh elemen Nahdlatul Ulama, mulai dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), badan otonom (Banom), hingga seluruh lembaga di bawah naungan PCNU harus bergerak dalam satu irama dan semangat yang sama.

“NU adalah rumah pengabdian. Karena itu seluruh MWC, Banom, dan lembaga harus bersinergi, saling menguatkan, serta menghadirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Khidmat kita harus mampu memberdayakan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, baik pendidikan, ekonomi, sosial, maupun keagamaan, sehingga terwujud masyarakat yang sejahtera lahir dan batin,” tegasnya.

Menurutnya, 100 hari pertama kepengurusan akan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan kepada umat.

Sementara itu, Katib Syuriah PCNU OKU Timur, KH Imam Tauhid, mengingatkan bahwa tantangan Nahdlatul Ulama saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan organisasi, tetapi juga menjaga akidah umat di tengah derasnya arus berbagai paham dan ajaran yang bertentangan dengan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Ia mengajak seluruh warga NU untuk tidak hanya aktif di lingkungan organisasi, tetapi juga hadir dan bergerak di tengah masyarakat.

“Pengurus NU harus hadir di tengah umat. Kita harus menjaga warga, khususnya warga Nahdlatul Ulama, dari pengaruh berbagai ajaran yang dapat menggerogoti akidah Aswaja. Jangan sampai NU hanya menjadi simbol dan bendera yang berkibar tanpa makna. NU harus benar-benar membumi di tanah OKU Timur melalui kerja nyata, pelayanan nyata, dan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Suasana tasyakuran berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Para pengurus, tokoh agama, pengasuh pesantren, serta kader NU dari berbagai wilayah tampak mengikuti rangkaian acara dengan penuh semangat.

Doa bersama dipanjatkan agar kepengurusan PCNU OKU Timur periode 2026–2031 senantiasa diberikan kekuatan, keikhlasan, dan keberkahan dalam mengemban amanah organisasi.

Melalui tema “The Night Start 100 Hari Kerja PCNU OKU Timur”, kepengurusan baru menegaskan tekad untuk tidak berhenti pada seremoni pelantikan semata. Gerakan ini menjadi simbol dimulainya pengabdian yang lebih terarah, memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga, serta menghadirkan Nahdlatul Ulama sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat OKU Timur yang religius, maju, dan sejahtera.

Semangat sinergi, pengabdian, dan kerja nyata yang digaungkan pada malam tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama di OKU Timur untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita organisasi: membangun umat, menjaga akidah Aswaja, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh lapisan masyarakat. (Gus Damas/SN)

Related posts