Globalisasi yang terus mengalir deras tidak boleh menjadikan para Santri tergulung arusnya. Untuk itu, pesantren harus tetap kokoh berdiri sebagai benteng pendidikan karakter bangsa.
Semangat Sumpah Pemuda harus dapat menyala lebih terang di lingkungan pesantren yang penuh dengan nilai-nilai luhur.
Mengapa Peringatan Sumpah Pemuda Penting bagi Santri?
Sumpah Pemuda mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Di pesantren, nilai-nilai ini melebur indah dengan ajaran Islam yang mengutamakan persaudaraan. Para santri belajar bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman, sebagaimana telah diajarkan oleh para ulama nusantara.
Pesantren memiliki cara unik dalam memperingati Sumpah Pemuda. Ada beragam kegiatan yang dilakukan, mulai khotmil Qur’an, renungan Makna Sumpah Pemuda hingga do’a bersama untuk kemajuan bangsa.Ada juga berbagai kegiatan lomba yang menggabungkan nilai keislaman dan nasionalisme, seperti pidato dwibahasa Arab-Indonesia tentang peran pemuda dalam membangun negeri.
Berkaitan dalam rangka merenungi nilai-nilai Sumpah Pemuda, para santri Ma’had Daarul Mumtaz Karang Melati OKU Timur melakukan refleksi untuk dapat menyerap semangat yang sudah digelorakan oleh para pejuang Sumpah Pemuda.
Momentum Sumpah Pemuda menjadi titik poin bagi para santri untuk mengubah karakter negatif mereka, seperti: tidak disiplin, tidak jujur, atau malas menjadi santri yang disiplin, jujur dan bersemangat.
Ketua Yayasan Ma’had Daarul Mumtaz Gus Damas Alhasy, SS. dalam sambutannya menyemangati para santri untuk bangkit; bangkit dari kemalasan dan bangkit dari kerendah-dirian.
“Santri adalah generasi pilihan, generasi yang ditakdirkan oleh Allah SWT untuk menjadi pemimpin masa depan. Maka santri harus cerdas, tinggi ilmunya dan tinggi rasa percaya dirinya. Seorang santri tidak boleh minder,” tegas Gus Damas
Oleh karena itu, tambah Gus Damas, di pesantren para santri tidak hanya fokus mengaji tetapi juga dilatih menjadi pemimpin masa depan melalui organisasi santri. Mereka belajar bermusyawarah, mengambil keputusan, dan mengelola kegiatan bersama.
Pesantren juga mengajarkan mereka untuk menerapkan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Di pesantren, mereka hidup berdampingan dengan teman dari berbagai daerah, mereka tidur di asrama yang sama, makan bersama dan belajar bersama. Ini semua adalah pembelajaran nyata tentang indahnya persatuan dalam keberagaman yang telah digelorakan oleh para pejuang Sumpah Pemuda.
Semangat Sumpah Pemuda harus menjadi pemicu untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan semangat kemandirian para santri. (SN)
More info, klik daarulmumtaz.com
