Editor's PicksKaderisasiKronikaSantri Keren

Lakpesdam Sumsel Gelar PD-PKPNU, Dihadiri Gubernur Herman Deru

Palembang – Pengurus Wilayah Lakpesdam Nahdlatul Ulama (PW Lakpesdam NU) Sumatera Selatan menggelar kegiatan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) sebagai bagian dari upaya memperkuat kaderisasi dan penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Kegiatan kaderisasi tingkat dasar tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat (29/5/2026) hingga Minggu (31/5/2026), bertempat di Balai Diklat Keagamaan Palembang dan diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Para peserta PD-PKPNU terdiri dari utusan PWNU Sumsel, lembaga, badan otonom (Banom), PCNU se-Sumsel hingga pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU).

PD-PKPNU kali ini mendapat perhatian besar dari warga Nahdliyin karena dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H. Herman Deru.

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa kaderisasi merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan organisasi NU di masa depan. Menurutnya, NU membutuhkan kader-kader muda yang tidak hanya memahami tradisi pesantren dan Aswaja, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.

“NU adalah organisasi besar yang diwariskan oleh para ulama dan pesantren. Karena itu, kaderisasi harus terus dijaga agar nilai-nilai Aswaja tetap hidup dan mampu menjawab perkembangan zaman,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga instruktur langsung dari PBNU, yakni Koordinator PD-PKPNU PBNU KH. Amir Makruf, KH. Masyhudi, dan KH. Munawar. Ketiganya memberikan berbagai materi strategis tentang ideologi Aswaja An-Nahdliyah, sejarah NU, kepemimpinan kader, strategi menggerakkan organisasi, penguatan jam’iyah dan jamaah, hingga tantangan NU di tengah era digital dan arus informasi yang serba cepat.

Ketua PW Lakpesdam NU Sumatera Selatan, Hernoe Roesprijadjie, S.IP., MH., M.Si., mengatakan bahwa pengkaderan merupakan agenda yang sangat penting dan krusial bagi keberlangsungan Nahdlatul Ulama, terutama di tengah kondisi sosial dan perkembangan teknologi yang semakin disruptif.

Menurutnya, para kader NU harus dibekali pemahaman yang utuh tentang organisasi, tradisi keilmuan pesantren, serta kemampuan membaca tantangan zaman agar mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat.

“Pengkaderan ini sangat penting dan krusial, lebih-lebih di kondisi NU saat ini dan di tengah era digital yang serba disruptif. Kegiatan ini bertujuan membekali para kader NU dengan ilmu, wawasan, pemahaman, serta strategi tentang NU secara komprehensif sehingga mereka dapat bergerak dan menggerakkan NU, baik jamaah maupun jam’iyahnya,” jelasnya.

Ia berharap para peserta setelah mengikuti PD-PKPNU dapat menjadi kader-kader penggerak yang aktif menjaga tradisi Aswaja, memperkuat ukhuwah, serta menghadirkan NU sebagai organisasi yang mampu menjawab kebutuhan umat dan bangsa.

Di tempat yang sama, Ketua PWNU Sumsel KH M Hendra Zainuddin Al Qodiri mengungkapkan pentingnya konsolidasi dan soliditas kader terutama di tengah perubahan zaman era Society 5.0 ini. Menurutnya, NU membutuhkan kader yang tidak hanya memahami tradisi keagamaan, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman.

Salah satu peserta, Gus Suskito, yang juga Ketua DPD FORPESS Kota Palembang, mengaku mendapatkan pengalaman spiritual dan intelektual yang sangat berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, melalui PD-PKPNU dirinya semakin memahami perjuangan para ulama NU, khususnya Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari sebagai pendiri Nahdlatul Ulama.

“Meskipun saya tidak bertemu langsung dengan Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, melalui kaderisasi ini saya bisa mengenal tradisi-tradisi baik dan keluwesan keilmuan beliau. Dengan kerendahan hati, saya mencoba memantaskan diri untuk menjadi bagian yang berkhidmah kepada beliau,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga mengikuti diskusi kelompok, forum refleksi kader, pembacaan shalawat, dzikir, dan penguatan tradisi Aswaja An-Nahdliyah khas pesantren.

PD-PKPNU sendiri merupakan kaderisasi formal Nahdlatul Ulama tingkat dasar yang dirancang untuk membentuk kader penggerak NU yang memiliki loyalitas terhadap organisasi, memahami tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, serta mampu menjadi motor penggerak jamaah dan jam’iyah di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kader-kader NU yang kuat secara ideologis, matang secara spiritual, serta adaptif menghadapi tantangan modernitas dan perkembangan teknologi digital tanpa kehilangan akar tradisi pesantren dan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. (GD/SN)

Related posts