Identitas santri sangat identik dengan kader/juru dakwah Islam, sehingga perannya sangat penting dalam mengembangkan dakwah Islam. Di sisi lain, prinsip pesantren adalah al muhafadzah âala al qadim al shalih, wa al akhdzu bi al jadid al ashlah, yaitu tetap menjaga tradisi/warisan yang baik, dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.
Santri masa kini ialah santri yang memegang teguh prinsip pesantren dengan tidak melepaskan identitas kesantrian. Jika pada masa kini perkembangan industri dan informasi menjadi hal yang utama, maka santri dapat mengikuti perkembangan tersebut dengan memperluas jangkauan dalam berdakwah melalui media sosial.
Misalnya, menulis informasi keislaman melalui blog atau portal berita keislaman, membuat video kajian yang asik dengan fashion dan penampilan yang menarik, atau menyajikan musik- musik religi yang dapat mendekatkan diri kepada ketakwaan.
Karena pada dasarnya, era digital ini strategi dakwah menjadi berubah sehingga membuat para pelakunya (yaitu santri) untuk ikut merubah cara dakwah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (SN/sumber)
