Buay Madang, OKU Timur — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, menggelar kegiatan Ta’aruf dan Orientasi Pengurus Masa Khidmah 2026–2031 pada Jumat (3/7/2026) bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Huda Sukaraja, Buay Madang, OKU Timur.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.25 WIB hingga 16.15 WIB dan diikuti oleh jajaran pengurus baru hasil Musyawarah Kerja Cabang (Muskercam) MWCNU Buay Madang yang diselenggarakan pada Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi seluruh pengurus untuk saling mengenal, menyamakan visi, memperkuat komitmen, serta membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Rais Syuriyah MWCNU Buay Madang, KH Ahmad Dawam, menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program, tetapi juga oleh kedisiplinan dan ketertiban seluruh pengurus dalam menjalankan roda organisasi.
Beliau mengutip ungkapan yang sangat populer di kalangan ulama:
الْحَقُّ بِلاَ نِظَامٍ يَغْلِبُهُ الْبَاطِلُ بِالنِّظَامِ
“Kebenaran yang tidak dikelola dengan baik akan dikalahkan oleh kebatilan yang dikelola secara teratur.”
Menurut beliau, ungkapan tersebut mengandung pelajaran yang sangat penting bagi warga Nahdlatul Ulama. Organisasi yang memiliki tujuan mulia sekalipun tidak akan mampu berkembang apabila para pengurus tidak disiplin dalam menghadiri rapat, melaksanakan keputusan organisasi, menjaga administrasi, serta menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing.
“NU adalah organisasi besar yang diwariskan oleh para ulama. Karena itu, pengurus harus menjaga marwah organisasi dengan budaya disiplin, tertib administrasi, tepat waktu, dan saling menghormati mekanisme organisasi. Jangan sampai semangat besar tidak diiringi dengan kedisiplinan dalam bekerja,” tegas KH Ahmad Dawam.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Buay Madang, Kyai Asrori Mustamar, mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai wadah pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh (holistik), tidak hanya bergerak pada kegiatan keagamaan semata.
Menurutnya, NU harus hadir memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan umat, mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, dakwah, pemberdayaan pemuda, ketahanan keluarga, hingga penguatan akhlak masyarakat.
“Ke depan, MWCNU Buay Madang harus mampu menjadi rumah besar bagi masyarakat. NU harus dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan. Program-program yang disusun hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” urai Kyai Asrori Mustamar.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja kolektif, memperkuat koordinasi antar-lembaga dan badan otonom NU, serta menjalin sinergi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya demi kemaslahatan umat.
Suasana ta’aruf berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para pengurus saling memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan komitmen untuk mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktu demi kemajuan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Buay Madang.
Melalui kegiatan orientasi ini diharapkan seluruh pengurus memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas pokok, fungsi, serta arah perjuangan organisasi, sehingga kepengurusan MWCNU Buay Madang Masa Khidmah 2026–2031 mampu bekerja secara solid, profesional, dan istiqamah dalam mengemban amanah jam’iyah.
Dengan semangat kebersamaan, disiplin organisasi, dan orientasi pemberdayaan masyarakat, MWCNU Buay Madang optimistis dapat menghadirkan program-program yang lebih bermanfaat serta memperkuat peran Nahdlatul Ulama sebagai pelayan umat, penjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, sekaligus mitra strategis dalam mewujudkan masyarakat yang religius, mandiri, dan sejahtera. (GD/SN)
