KaderisasiKail (Kajian Ilmu)Santri Keren

Memahami Tata Cara Pengurusan Jenazah dalam Islam

Kematian adalah kepastian setiap manusia. Allah ﷻ berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Kullu nafsin dhāiqatul mawt”
(Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati) (QS. Ali ‘Imran: 185)

Ketika seorang Muslim wafat, keluarga, kerabat, atau tetangga memiliki kewajiban fardhu kifayah untuk mengurus jenazah. Jika sebagian kaum Muslimin sudah melaksanakan, gugurlah kewajiban yang lain; jika tidak ada yang melaksanakan, seluruh kaum Muslimin menanggung dosa.

Berikut adalah tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam:

1. Menutup Mata dan Mendoakan

Ketika seseorang meninggal dunia, yang pertama dilakukan adalah menutup matanya, meluruskan tubuh, dan menutup dengan kain. Disunnahkan membaca doa memohon ampunan bagi almarhum.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا وَفَاتَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتْرُكُوا عَيْنَيْهِ مَكْشُوْفَتَيْنِ وَاللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ

“Idzā wafāta aḥadukum falā yatrukū ‘aynayhi makshūfatayni, wallahumma ighfir lahu warḥamhu”
(Apabila kalian menghadiri orang yang meninggal, tutuplah matanya, dan berdoalah: “Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia”) (HR. Muslim)

2. Segera Mengurus Jenazah

Rasulullah ﷺ bersabda:

سَرِّعُوا بِالْجَنَازَةِ

“Sarrī‘ū bil-janāzah”
(Segerakanlah menguburkan jenazah) (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Memandikan Jenazah

Memandikan jenazah dilakukan oleh orang yang dipercaya, sejenis kelaminnya (laki-laki untuk laki-laki, perempuan untuk perempuan).

Tata cara memandikan:

  1. Tempat tertutup dan sopan.
  2. Niat fardhu kifayah.
  3. Bersihkan najis.
  4. Wudhukan jenazah:
    وَاغْسِلُوْهُ ثَلَاثًا أَوْ أَكْثَرَ بِمَا لاَ يَخْلُو مِنَ الْمَاءِ
    (Siramlah jenazah tiga kali atau lebih dengan air yang bersih)
  5. Siram terakhir dicampur kapur barus atau wewangian.

4. Mengkafani Jenazah

Kain kafan menutupi seluruh aurat jenazah. Minimal:

  • Laki-laki: 3 lembar kain putih.
  • Perempuan: 5 lembar kain putih.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَأَحْسِنُوا الْكِفَانَةَ

“Wa aḥsinū al-kifānah”
(Perbaguslah kain kafan jenazah) (HR. Abu Dawud)

5. Shalat Jenazah

Shalat jenazah hukumnya fardhu kifayah, dilakukan tanpa rukuk dan sujud. Rukunnya:

  1. Niat shalat jenazah.
  2. Berdiri (jika mampu).
  3. Empat kali takbir:
  • Takbir pertama: membaca Al-Fatihah
  • Takbir kedua: shalawat Nabi ﷺ
  • Takbir ketiga: doa untuk jenazah
  • Takbir keempat: doa penutup untuk kaum Muslimin

5. Salam

Dalil:

صَلُّوا عَلَيْهِ وَأَدِّنُوا عَلَيْهِ

“Ṣallū ‘alayhi wa ad-dinū ‘alayhi”
(Shalatlah untuknya dan doakanlah dia) (HR. Muslim)

6. Menguburkan Jenazah

  • Masukkan jenazah ke liang lahat menghadap kiblat, miring ke kanan.
  • Orang yang memasukkan dianjurkan membaca:
    بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللهِ
    “Bismillāhi wa ‘alā millati Rasūlillāh”
    (Dengan nama Allah dan di atas agama Rasulullah)

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَكْرِمُوا مَوَاتَاكُمْ

“Akrimū mawātākum”
(Hormatilah orang yang telah meninggal) (HR. Ahmad)

7. Adab Setelah Pemakaman

  • Bersabar dan mendoakan almarhum.
  • Tidak meratap berlebihan.
  • Tetangga dianjurkan membantu keluarga yang ditinggalkan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

سَاعِدُوا أَهْلَ الْمَيِّتِ

“Sā‘idū ahl al-mayyit”
(Bantu keluarga jenazah) (HR. Abu Dawud)

Mengurus jenazah adalah kewajiban bersama umat Islam yang menunjukkan kasih sayang dan penghormatan terakhir kepada seorang Muslim.

Dengan memahami tata cara mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga menguburkan, masyarakat Muslim dapat melaksanakan kewajiban ini sesuai sunnah.

Kematian mengingatkan kita bahwa hidup hanya sementara, sehingga kita harus mempersiapkan amal shalih agar husnul khatimah menyertai kita. (SN)

Related posts