Editor's PicksInfo PesantrenMaklumat

FORPESS Palembang Undang Pesantren Ikuti Pelatihan Musyrif-Musyrifah

Di balik keberhasilan sebuah pesantren, ada sosok-sosok yang mungkin jarang terlihat di panggung utama, namun perannya sangat vital dalam keseharian santri. Mereka adalah musyrif dan musyrifah—pendamping santri yang menjadi jembatan antara kebijakan pesantren dan kehidupan nyata di asrama.

Mereka bukan hanya pengawas, melainkan pengasuh, pembimbing, motivator, sekaligus teladan yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kehidupan santri.

Mereka adalah figur kunci yang menjaga ritme kehidupan pesantren agar berjalan tertib, kondusif, dan penuh keberkahan. Dari mereka, santri belajar kedisiplinan, kemandirian, hingga adab keseharian. Karena itu, keberadaan musyrif/musyrifah yang profesional menjadi salah satu penentu sukses tidaknya pengelolaan pesantren.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Forum Pesantren Sumatera Selatan (FORPESS) Kota Palembang mengagendakan Pelatihan Musyrif dan Musyrifah, yang akan dilaksanakan pada Rabu, 1 Oktober 2025, di Hotel Majestic, Jl. Sumpah Pemuda No. 7, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Palembang.

Kegiatan ini dihadirkan untuk memperkuat kapasitas para musyrif/musyrifah, sehingga mereka mampu menjalankan amanah dengan lebih baik, berwawasan luas, serta siap menjawab tantangan zaman.

Materi Pelatihan yang Aktual dan Solutif

Pelatihan ini dirancang dengan menghadirkan materi yang relevan dengan kebutuhan pesantren di era modern ini oleh para praktisi profesional. Beberapa materi unggulan yang akan diberikan antara lain:

  • Psikologi Anak – membekali musyrif/musyrifah dengan pemahaman mendalam tentang karakter santri, cara mendidik yang tepat, serta pendekatan psikologis yang efektif.
  • Bahaya Penggunaan Narkoba – memberikan pengetahuan dan strategi preventif agar santri terhindar dari ancaman narkoba, sebuah problem serius di kalangan remaja saat ini.
  • Advokasi Hukum – memperluas wawasan hukum sehingga musyrif/musyrifah bisa menjadi garda terdepan dalam melindungi hak-hak santri dan menjaga marwah pesantren.
  • Manajemen Asrama – melatih keterampilan dalam mengelola kehidupan asrama secara profesional, disiplin, dan harmonis.

Ketua DPD FORPESS Kota Palembang, Gus Suskito, menegaskan bahwa musyrif/musyrifah adalah “jantung” kehidupan pesantren. Mereka tidak hanya mengawasi, tetapi juga membimbing, mengayomi, dan menuntun santri agar tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berkarakter.

“Kalau musyrif dan musyrifah kompeten, maka pesantren akan berjalan dengan baik. Pelatihan ini adalah ikhtiar FORPESS untuk mendidik musyrif/musyrifah menjadi profesional, memahami psikologi santri, sigap menghadapi masalah, dan cakap mengelola asrama,” jelas Gus Suskito.

Pelatihan ini bukan sekadar acara formal, melainkan sebuah gerakan bersama untuk melahirkan musyrif dan musyrifah yang lebih profesional, berkompeten, dan penuh dedikasi.

Selain mendapatkan ilmu dan keterampilan praktis, peserta juga akan memperoleh kesempatan untuk membangun jaringan antar-pesantren, berbagi pengalaman, serta memperkuat kolaborasi dalam mencetak generasi santri yang unggul.

Diharapkan seluruh pesantren di Sumatera Selatan dapat mengirimkan delegasi musyrif/musyrifah terbaiknya untuk mengikuti pelatihan ini. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0821 7952 8462. (SN)

Related posts