Ahmad Chofid, Owner Dwi Asia Holiday, dalam pengarahanannya mengatakan kegiatan ini berlatar belakang dan tujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam bisnis.
“Bagaimana nilai-nilai Islam seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial menjadi fondasi kokoh dalam menjalankan bisnis yang beretika dan berkelanjutan”, jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kreatifitas adalah kunci sukses di era digital. Santri harus kreatif mengeksplorasi peluang bisnis di era teknologi dalam mengembangkan produk lokal, wisata, aksesoris hingga inovasi di bidang fashion.
Ahmad Chofid berharap kegiatan ini dapat menstimulasi mental entrepreneurship di kalangan santri dan menumbuhkan ekosistem bisnis yang berkelanjutan di kalangan pesantren.
“Santri harus dapat membangun bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga membawa manfaat maslahat dan berkat bagi masyarakat sekitar dan menjaga kelestarian lingkungan”, ungkapnya.
Sementara itu kepada SantriNetwork.com, Ning Nadiyya mengungkapkan kegembiraannya bisa mengikuti workshop bisnis ini. Menurutnya santri-santri harus sering diikutkan dalam event-event seperti ini.
“Menurutku kegiatan seperti workshop bisnis ini harus sering diadakan untuk kalangan santri untuk membuka cakrawala dan menanamkan mindset berbisnis mereka, juga untuk membangun network di antara santri pebisnis,” ungkapnya.
Adapun Ponpes yang mengirim peserta untuk mengikuti Workshop antara lain:
- Ponpes Darunur Al-Musthafa Palembang
- Ponpes Ma’had Al-Badar Palembang
- Ponpes Al-Mumtaz Yogyakarta
- Ponpes Salafiyah Safi’iyah Sukerojo Situbondo, Jawa Timur
- Ponpes Nurul Islam Seribandung
- Ponpes Riyadhatul Arifin Banyuasin
- Ma’had Daarul Mumtaz OKU Timur
- Ponpes Nurul Ilmi
- Ponpes Bahrul Ulum Musi Rawas Utara
- Ponpes Muqimus Sunnah Palembang
(SN)
