Gumawang – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten OKU Timur menggelar kegiatan Safari Ramadhan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Gumawang pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara pengurus NU, santri, alumni, serta masyarakat sekitar yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan pendidikan Al-Qur’an.
Pesantren tahfidz yang berada di bawah naungan Yayasan Ma’had Daarul Mumtaz tersebut selama beberapa tahun terakhir terus melakukan berbagai upaya sosialisasi dan pengembangan program pendidikan agar semakin dikenal luas oleh masyarakat. Dengan konsep pesantren tahfidz modern terpadu, lembaga ini menghadirkan sistem pendidikan yang memadukan hafalan Al-Qur’an, pendidikan formal, serta pembinaan karakter Islami bagi para santri.
Pada kegiatan Safari Ramadhan kali ini hadir Kyai Asrori Ahmad dan Gus Riebhan Murtadho beserta rombongan pengurus NU OKU Timur. Kehadiran mereka disambut hangat oleh keluarga besar pesantren, santri, alumni, dan tamu undangan.
Ketua Yayasan Ma’had Daarul Mumtaz, Gus Damas Alhasy, SS. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas kunjungan para pengurus NU. Menurutnya, kehadiran para tokoh NU menjadi bentuk dukungan moral sekaligus motivasi bagi pesantren dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Mumtaz sedang membuka Penerimaan Santri Baru untuk beberapa program pendidikan unggulan, di antaranya:
- Program TPQ Usia Dini
- PG-TK Al-Qur’an Plus
- TPQ Dewasa
- Program Tahfidzul Qur’an
- Program sekolah Mumtaz Islamic Boarding School (MIBS)
Program-program tersebut dirancang untuk memberikan layanan pendidikan Al-Qur’an bagi berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak usia dini hingga masyarakat dewasa yang ingin memperdalam bacaan maupun hafalan Al-Qur’an.
Sementara itu, Pengasuh Tahfidz Pondok Tahfidz Gumawang, Nyai Nurul Jannatun Na’imah, S.Ag., M.Pd., dalam pesannya mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an sepanjang hayat. Ia berpesan kepada seluruh santri, baik yang masih aktif maupun yang telah menjadi alumni, agar tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an dalam kehidupan mereka.
Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi sahabat sejati dalam setiap keadaan, baik saat seseorang berada dalam kondisi senang maupun ketika menghadapi kesulitan.
“Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup. Bacalah, hafalkan, amalkan, dan jadikan ia penuntun dalam setiap langkah kehidupan,” pesannya di hadapan para santri.
Dalam mauidhoh hasanahnya, Kyai Asrori Ahmad memberikan motivasi kepada para santri agar tidak berhenti hanya pada capaian menjadi seorang hafidz atau hafidzah Al-Qur’an. Menurutnya, generasi muda penghafal Al-Qur’an harus melanjutkan perjalanan keilmuan dengan memperdalam kajian Al-Qur’an secara lebih luas.
Ia mendorong para santri untuk melanjutkan studi hingga menjadi ulama Al-Qur’an atau ahli tafsir yang mampu menjelaskan kandungan ayat-ayat suci kepada masyarakat.
“Menjadi hafidz adalah langkah awal yang sangat mulia. Namun perjalanan itu tidak boleh berhenti di sana. Teruslah belajar, dalami ilmu tafsir, ulumul Qur’an, dan berbagai cabang ilmu lainnya agar kelak lahir generasi ulama Al-Qur’an yang mampu menggantikan generasi sepuh,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berisi tuntunan ibadah semata, tetapi juga menyimpan berbagai pelajaran kehidupan yang sangat luas, mulai dari akhlak, sosial, hingga peradaban manusia.
Sementara itu, dalam tausiyah yang disampaikan setelahnya, Gus Riebhan Murtadho menguraikan tentang berbagai fadhilah atau keutamaan menjadi penghafal Al-Qur’an. Salah satu keutamaan tersebut adalah ketenangan hati atau sakinah yang dirasakan oleh orang yang selalu dekat dengan kalamullah.
Menurutnya, Al-Qur’an memiliki kekuatan spiritual yang mampu menenangkan hati manusia di tengah berbagai persoalan kehidupan.
“Orang yang hidupnya dekat dengan Al-Qur’an, hatinya akan lebih mudah menjadi sakinah. Ada ketenangan batin yang Allah berikan kepada para penjaga Al-Qur’an,” ujarnya.
Acara Safari Ramadhan ini semakin terasa hangat karena dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan buka puasa bersama yang mempertemukan berbagai unsur keluarga besar pesantren. Turut hadir dalam kegiatan tersebut organisasi alumni pesantren, yaitu HIMASANDA (Himpunan Alumni Santri Daarul Mumtaz), para santri yang masih aktif, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Suasana kebersamaan terlihat sangat kental ketika para santri, alumni, dan tamu undangan duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa setelah rangkaian tausiyah dan doa bersama.
Kegiatan Safari Ramadhan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana penguatan semangat dakwah Al-Qur’an serta pengembangan pendidikan pesantren di tengah masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Mumtaz atau yang lebih dikenal dengan Pondok Tahfidz Gumawang yang berlokasi di Jl. Puncak 5 Gumawang, Belitang, OKU Timur ini dapat terus berkembang dan melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami, mengamalkan, serta menyebarkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. (SN)
