Dawuh GuruKail (Kajian Ilmu)Tanya Ustadz

Untuk Menghafal Al-Qur’an Tidak Harus Cerdas atau Ber-IQ Tinggi

Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Keistimewaannya tidak hanya terletak pada kandungan hukum, petunjuk, dan kisah-kisah yang terkandung di dalamnya, tetapi juga pada keajaiban bahasanya yang agung, ketidakmampuannya ditandingi oleh siapa pun, serta kemudahannya untuk dihafal dan dipelajari oleh manusia di seluruh dunia.

Tidak ada kitab suci lain dalam sejarah manusia yang dihafalkan jutaan orang di berbagai belahan bumi, dari anak-anak hingga orang tua, dari bangsa Arab hingga non-Arab, dari yang cerdas hingga yang sederhana.

Kemudahan ini bukanlah sesuatu yang kebetulan, melainkan janji Allah sendiri. Allah menegaskan dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”
(QS. Al-Qamar [54]: 17)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah memudahkan Al-Qur’an, baik untuk dihafalkan, dibaca, maupun dipahami. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan dan kesungguhan dari hamba-Nya.

Maka tidak heran, kita menyaksikan anak kecil berusia tujuh tahun mampu menghafal 30 juz, sementara di sisi lain ada orang yang sudah berusia lanjut tetap bersemangat menambah hafalan Al-Qur’annya.

Kemudahan menghafal Al-Qur’an juga ditegaskan dalam ayat lain:

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ

“Sebenarnya, Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.”
(QS. Al-Ankabut [29]: 49)

Ayat ini menjelaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya dijaga lewat mushaf tertulis, melainkan juga terpelihara di dalam dada manusia, yakni para penghafalnya.

Ini menunjukkan kemuliaan sekaligus keajaiban Al-Qur’an yang senantiasa dijaga oleh generasi demi generasi.

Selain itu, Allah berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”
(QS. Al-Hijr [15]: 9)

Salah satu bentuk penjagaan Allah terhadap Al-Qur’an adalah dengan menjadikannya mudah dihafal oleh siapa pun, di segala zaman, hingga hari kiamat.

Rasulullah ﷺ juga menegaskan keutamaan orang yang menghafal dan memelihara bacaan Al-Qur’an. Dalam sebuah hadis sahih disebutkan:

مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَمَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ وَهُوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ فَلَهُ أَجْرَانِ
(رواه البخاري رقم 4937، ومسلم رقم 798)

“Perumpamaan orang yang membaca Al-Qur’an dan ia hafal, maka ia bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Dan perumpamaan orang yang membacanya dengan bersusah payah dan merasa berat, maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari no. 4937, Muslim no. 798)

Hadis ini menegaskan bahwa orang yang menghafal Al-Qur’an memiliki kedudukan yang tinggi, bahkan disandingkan bersama para malaikat.

Lebih dari itu, Rasulullah ﷺ juga bersabda:

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ

«خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ»

رواه الترمذي (رقم 2909) وقال: حديث حسن صحيح.

Dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Tirmidzi no. 2909, beliau berkata: hadits hasan shahih).

Hadis ini memberi pesan bahwa mempelajari Al-Qur’an, baik membaca, memahami, maupun menghafalkannya, terbuka bagi siapa saja. Tidak ada batasan usia, latar belakang, atau kemampuan.

Fenomena yang kita lihat hari ini adalah bukti nyata dari janji Allah. Ribuan pesantren, rumah tahfidz, dan majelis Al-Qur’an di seluruh dunia melahirkan jutaan penghafal dari berbagai bangsa. Bahkan, orang yang tidak mengerti bahasa Arab pun bisa menghafal ayat demi ayat dengan fasih.

Anak-anak di pedalaman Afrika, desa-desa di Indonesia, hingga kota-kota besar di Eropa dan Amerika sama-sama menjadi bukti bahwa Al-Qur’an memang dimudahkan untuk dihafal oleh siapa saja.

Al-Qur’an adalah kitab yang unik dan mukjizat sepanjang zaman. Ia bukan hanya pedoman hidup, tetapi juga menjadi sumber keberkahan bagi siapa pun yang membaca, menghafal, dan mengamalkannya.

Dengan dalil dari Al-Qur’an dan hadis, jelaslah bahwa menghafal Al-Qur’an bukan hanya mungkin, tetapi memang dimudahkan oleh Allah bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh. (SN/Gus Damas)

Related posts