Aspirasi SantriKaderisasiKronikaMasyayikhSantri Keren

Temu Simpul Kader NU OKU Timur: Kembali Hidupkan Harokah

OKU Timur — Suasana penuh semangat kebersamaan terasa di Masjid Nurul Hidayah, Karang Binangun, Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, pada hari ini (6/10/2025).

Para kader Nahdlatul Ulama dari berbagai angkatan berkumpul dalam agenda Temu Kader dan Konsolidasi PKPNU (Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama), yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Temu Kader tingkat Kabupaten OKU Timur dan selanjutnya tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 200 kader lintas angkatan, mulai dari angkatan 1 hingga angkatan 11, yang berdomisili di wilayah Belitang Madang Raya dan sekitarnya. Momen ini menjadi ajang silaturahmi, penguatan nilai perjuangan, serta penyegaran semangat kaderisasi di tengah dinamika umat dan bangsa.

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting di lingkungan pengkaderan NU, di antaranya Kyai Asrori Mustamar, Instruktur PKPNU; Drs. M. Syahri, Koordinator Instruktur PKPNU Sumatera Selatan; Gus Damas Alhasy, penggerak sekaligus instruktur dan koordinator kader NU Kota Palembang; serta Kyai Syaiful Anam Yusuf, Ketua Lazisnu OKU Timur dan undangan lainnya.

Yang paling istimewa, acara kali ini turut dihadiri oleh KH. Abdul Karim Mahfudz (Gus Karim), Instruktur Nasional PKPNU, yang memberikan mauidzoh hasanah penuh makna dan motivasi kepada seluruh peserta.

Dalam sambutannya di awal acara, Kyai Asrori Mustamar menyerukan kepada seluruh kader agar kembali bangkit dan aktif setelah sekian lama mengalami kevakuman kegiatan.

“Mari kita bangun kembali semangat harokah. Hidupkan majelis-majelis kader seperti istighotsah, naharul ijtima’, dan kegiatan sejenis sebagai wadah perjuangan. Lakukan dengan istiqomah, bisa selapanan atau tiga bulan sekali,” pesan Kyai Asrori dengan penuh ketegasan dan kehangatan.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi kader PKPNU untuk menjaga keberlanjutan gerakan, agar ruh perjuangan tidak berhenti hanya pada pelatihan, tetapi terus bertransformasi menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.

Sementara itu, Drs. M. Syahri, dalam arahannya menegaskan kembali makna baiat kader PKPNU. Ia menekankan bahwa setiap kader yang telah mengikuti proses kaderisasi dan dibaiat memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjadi penggerak umat di berbagai bidang kehidupan.

“Sebagai kader, kita telah berjanji untuk menjadi bagian dari harokah annahdliyah. Artinya, kita wajib bergerak, berjuang, dan berkhidmat untuk umat melalui jalan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Dalam mauidzohnya yang menggugah, KH. Abdul Karim Mahfudz (Gus Karim) menanamkan keyakinan mendalam kepada seluruh kader. Ia menegaskan bahwa kader NU adalah orang-orang pilihan yang mendapatkan kehormatan besar karena telah menjadi bagian dari barisan pejuang NU.

“Yakinlah, kalian ini orang-orang pilihan yang insya Allah akan masuk syurga bersama KH. Hasyim Asy’ari. Karena berjuang di jalan NU adalah bagian dari ibadah dan jalan terbaik menuju ridha Allah,” tutur Gus Karim dengan penuh semangat.

Beliau menegaskan pentingnya menjaga soliditas kader, memperkuat keyakinan, dan terus membentengi umat dari infiltrasi paham radikal yang berpotensi menyesatkan dan memecah belah bangsa.

Lebih jauh, Gus Karim juga menyinggung tantangan ekonomi umat, khususnya bagi warga NU, agar tidak hanya kuat dalam spiritualitas tetapi juga berdaya secara ekonomi.

Dalam bagian akhir tausiyahnya, Gus Karim mengaitkan perjuangan kader NU dengan cita-cita besar bangsa Indonesia. Ia menyampaikan tengah berjuang bersama Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sistem ekonomi yang berkeadilan dan sesuai dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Kita sedang berupaya agar Indonesia terbebas dari cengkeraman oligarki. Ekonomi bangsa harus hidup dengan ruh kebersamaan dan kekeluargaan sebagaimana yang dirumuskan para pendiri bangsa. Sistem ekonomi yang menyejahterakan semua anak bangsa, bukan hanya menguntungkan yang kaya dan kuat,” tegasnya.

Kegiatan temu kader ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas, loyalitas, dan spirit perjuangan kader PKPNU di Kabupaten OKU Timur dan Sumatera Selatan pada umumnya.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, para kader berikrar untuk terus berjuang menegakkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, menjaga ukhuwah, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan umat dan bangsa.

Dengan semangat baru, para kader berharap harokah kader NU di Sumatera Selatan kembali menggeliat, bukan hanya di bidang keagamaan, tetapi juga sosial, pendidikan, dan ekonomi. Karena sebagaimana pesan para instruktur, “Menjadi kader NU berarti siap menjadi penggerak peradaban.” (SN)

Related posts