Editor's PicksKreatifitasKronika

Panduan Lengkap Cara Menjual Foto atau Video di Shutterstock

Di era digital, karya visual menjadi salah satu komoditas paling bernilai. Setiap hari, jutaan orang di seluruh dunia membutuhkan foto dan video untuk keperluan media, iklan, berita, desain grafis, konten edukasi, hingga kebutuhan bisnis.

Shutterstock — salah satu marketplace konten visual terbesar di dunia — membuka pintu bagi para fotografer, videografer, dan kreator visual untuk menghasilkan uang dari karya mereka.

Menjual foto atau video di Shutterstock bukan hanya tentang mengunggah karya, tetapi memahami bagaimana sistem bekerja, tren pasar, dan kualitas visual yang dibutuhkan pembeli. Artikel ini mengulas langkah-langkah lengkap, strategi, serta tips agar hasil karya Anda dapat bersaing dan laku di pasar global.

1. Memahami Apa Itu Shutterstock Contributor

Shutterstock Contributor adalah platform yang memungkinkan siapa pun — baik fotografer profesional, pemula, hingga pemilik smartphone dengan kamera bagus — untuk menjual foto, ilustrasi, vektor, dan video. Setiap kali karya Anda diunduh, Anda mendapatkan royalti.

Keunggulannya:

  • Jangkauan pasar global.
  • Proses pendaftaran mudah.
  • Pembayaran transparan.
  • Tidak ada biaya pendaftaran.

2. Membuat Akun Shutterstock Contributor

Langkah-langkah:

  1. Buka situs: submit.shutterstock.com
  2. Klik Sign Up.
  3. Isi identitas lengkap: nama, email, password.
  4. Unggah identitas (KTP/Passport) untuk verifikasi.
  5. Tunggu proses approval (biasanya beberapa jam hingga 1 hari).

Tips:

  • Pastikan nama pada akun sama dengan identitas.
  • Gunakan email khusus pekerjaan atau bisnis.

3. Menyiapkan Foto dan Video Berkualitas

Shutterstock memiliki standar kualitas yang tinggi. Pastikan karya Anda memenuhi beberapa poin berikut:

Kriteria Foto

  • Resolusi minimal 4 MP.
  • Tajam, tidak blur.
  • Pencahayaan cukup.
  • Tidak ada noise berlebihan.
  • Bebas watermark.
  • Komposisi menarik dan profesional.

Kriteria Video

  • Resolusi minimal Full HD (1920×1080).
  • Lebih disukai: 4K.
  • Stabil (gunakan tripod/gimbal).
  • Warna akurat.
  • Durasi ideal: 5–20 detik.
  • File format: MOV, MP4.

4. Memahami Konten Apa yang Paling Laku

Untuk meningkatkan peluang penjualan, kreator harus memahami kebutuhan pasar.

Jenis foto/video yang laris:

  • Aktivitas manusia (belajar, bekerja, olahraga, memasak).
  • Tema bisnis & teknologi.
  • Lifestyle generasi Z & milenial.
  • Pendidikan dan kegiatan belajar.
  • Alam, landscape, dan traveling.
  • Foto produk estetis.
  • Konten islami (shalat, masjid, kegiatan keagamaan).
  • Footage kota, jalanan, dan aktivitas publik.
  • Foto konsep (teamwork, growth, problem solving).

Catatan penting:
Jika menampilkan wajah seseorang → WAJIB ada model release.
Jika menampilkan properti teridentifikasi khusus → WAJIB property release.

5. Mengunggah Konten ke Shutterstock

Setelah memiliki karya yang siap dipasarkan:

Langkah Upload:

  1. Masuk ke dashboard contributor.
  2. Klik Upload dan pilih kategori FOTO atau VIDEO.
  3. Tunggu file terunggah.
  4. Isi judul/deskripsi (wajib bahasa Inggris).
  5. Tambahkan keyword (maksimal 50).
  6. Pilih kategori yang tepat.
  7. Submit untuk review.

Tips Keywording (Kunci Agar Foto Mudah Ditemukan):

  • Gunakan 20–30 keyword relevan.
  • Mulai dari kata kunci paling kuat:
    contoh: mosque, muslim man praying, islamic prayer, worship, spirituality.
  • Gunakan kombinasi keyword umum dan spesifik.
  • Hindari keyword yang menyesatkan.

6. Menunggu Review dan Mendapatkan Approval

Proses review biasanya memakan waktu antara 6–48 jam. Shutterstock akan menilai kualitas, legalitas, hingga relevansi konten.

Jika ditolak, jangan patah semangat. Anda bisa:

  • Memperbaiki kualitas (sharpness, exposure).
  • Menghapus elemen bermasalah.
  • Memperbaiki keyword atau deskripsi.

7. Memahami Sistem Pembayaran

Anda akan mendapatkan royalti setiap kali foto/video diunduh.

Rentang royalti:

  • Foto: sekitar $0.10 hingga $5 per unduhan.
  • Video: $4–$120 per unduhan (lebih besar).

Pembayaran dilakukan melalui:

  • PayPal
  • Payoneer
  • Skrill

Minimal payout: $25.

8. Strategi Meningkatkan Penjualan

Untuk bisa bersaing di pasar global, Anda harus membangun portofolio dan menggunakan strategi berikut:

A. Upload rutin

Kontributor aktif lebih sering muncul dalam rekomendasi.

B. Fokus pada niche tertentu

Contoh niche menguntungkan:

  • Foto islami
  • Footage kehidupan pesantren
  • Foto makanan Indonesia
  • Pekerjaan UMKM
  • Pendidikan dan kegiatan sekolah

C. Ikuti tren musiman

Misalnya:

  • Ramadhan
  • Tahun baru
  • Hari kemerdekaan
  • Trends global seperti AI, remote work, healthy lifestyle

D. Tingkatkan kualitas teknis

Gunakan kamera bagus atau smartphone flagship, edit menggunakan Lightroom/Premiere.

E. Buat banyak variasi

Satu scene = 5–10 foto/video dengan angle berbeda.

9. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Foto terlalu gelap atau overexposed.
  • Noise tinggi.
  • Fokus tidak tepat.
  • Deskripsi bahasa Inggris buruk.
  • Keyword tidak relevan.
  • Mengunggah foto hasil screenshot.
  • Menggunakan logo, merek dagang, atau wajah orang tanpa izin.

Kesimpulan

Menjual foto atau video di Shutterstock adalah peluang besar bagi siapa pun yang ingin menghasilkan uang dari kreativitas visual. Tanpa batasan ruang dan waktu, Anda bisa memanfaatkan kamera apa pun — baik DSLR, mirrorless, maupun smartphone — untuk menciptakan konten yang dibutuhkan pasar global.

Klik disini untuk daftar di shutterstock.

Kunci suksesnya adalah kualitas, konsistensi, dan pemahaman tren. Semakin sering Anda mengunggah konten berkualitas, semakin besar peluang mendapatkan penghasilan pasif jangka panjang. (SN)

Related posts