Setiap hari kita beribadah dengan penuh keta’dhian kepada Allah SWT, selain karena kewajiban kita untuk melaksanakan semua itu, juga karena kerinduan kita kepada surga. Kita berdoa agar dimasukkan ke dalamnya.
Namun coba kita sejenak merenung dan bertanya: siapakah manusia yang dirindukan oleh surga?
Para ulama dan para dai menyampaikan sebuah pesan yang masyhur dalam maknanya: bahwa surga merindukan empat golongan manusia. Bukan karena mereka paling kaya, paling terkenal, atau paling tinggi jabatannya, tetapi karena amal dan keistiqamahannya.
1. Golongan Pertama: Pecinta dan Pembaca Al-Qur’an
Golongan pertama yang dirindukan surga adalah orang-orang yang hidupnya bersama Al-Qur’an. Mereka membaca, mempelajari, dan berusaha mengamalkannya. Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. al-Bukhari)
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi pendamping hidup. Rasulullah SAW bersabda:
اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)
Al-Qur’an akan:
- menemani manusia di dunia,
- membela manusia di alam kubur,
- memberi manusia syafa’at di hari kiamat,
- dan menjadi cahaya saat manusia melewati shirath.
Allah ﷻ berfirman:
قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ
“Sungguh telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan Kitab yang jelas.”
(QS. Al-Mā’idah: 15)
Dalam do’a Khotmil Qur’an, sering kita panjatkan:
اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ لَنَا فِي الدُّنْيَا قَرِينًا، وَفِي الْقَبْرِ مُونِسًا، وَفِي الْقِيَامَةِ شَفِيعًا، وَعَلَى الصِّرَاطِ نُورًا، وَإِلَى الْجَنَّةِ رَفِيقًا، وَمِنَ النَّارِ سِتْرًا وَحِجَابًا، وَإِلَى الْخَيْرَاتِ كُلِّهَا دَلِيلًا وَإِمَامًا
“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai teman kami di dunia, sebagai penyejuk di dalam kubur, sebagai syafaat di hari kiamat, sebagai cahaya di atas shirath, sebagai kawan menuju surga, sebagai pelindung dan pembatas dari neraka, sebagai bukti dan imam terhadap semua kebaikan.”
Maka orang yang akrab dengan Al-Qur’an, sejatinya sedang menyalakan cahaya untuk hidup dan akhiratnya.
2. Golongan Kedua: Orang yang Menjaga Lisan dan Akhlaknya
Golongan kedua adalah orang yang menjaga lisannya. Banyak manusia rajin ibadah, tetapi tergelincir karena ucapan. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Dan beliau juga bersabda:
مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
“Tidak ada yang lebih berat di timbangan amal selain akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Orang yang lisannya terjaga:
- tidak gemar menggunjing,
- tidak menebar fitnah,
- tidak menyakiti dengan kata-kata.
Inilah manusia yang ringan di dunia, berat di timbangan akhirat, dan dirindukan surga.
3. Golongan Ketiga: Orang yang Berpuasa dengan Iman dan Ikhlas
Golongan ketiga adalah orang yang menjalankan puasa dengan iman dan keikhlasan. Bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan hawa nafsu, emosi, dan dosa. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Puasa mendidik kita untuk jujur kepada Allah. Tak ada yang tahu kecuali Allah. Maka orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh adalah manusia pilihan yang dirindukan surga.
4. Golongan Keempat: Orang yang Gemar Bersedekah dan Memberi Makan
Golongan keempat adalah orang yang ringan tangan dan lembut hatinya. Rasulullah SAW bersabda:
أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
“Sebarkan salam, berilah makan, sambung silaturahmi, dan shalatlah di malam hari ketika manusia tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)
Memberi makan orang lapar, membantu yang lemah, dan menyantuni yatim adalah bahasa cinta yang paling dipahami oleh langit.
Empat golongan ini bukan manusia sempurna. Mereka manusia biasa yang istiqamah menjaga iman, adab, dan kepedulian.
Mari bertanya pada diri kita:
- sudahkah kita bersahabat dengan Al-Qur’an?
- sudahkah lisan kita terjaga?
- sudahkah puasa kita mendidik jiwa?
- sudahkah tangan kita ringan berbagi?
Semoga Allah SWT menjadikan kita bukan hanya perindu surga, tetapi manusia yang dirindukan oleh surga.
اللهم اجعلنا من أهل القرآن، ومن عبادك الصالحين.
آمين يا رب العالمين.
(Gus Damas Alhasy/SN)
